Sos 4 Pilar: Kerukunan dan Gotong Rotong Kunci Sukses NKRI

Kerukunan kehidupan bermasyarakat yang diwujudkan dalam kegiatan gotong royong merupakan kunci dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi kerukunan bagi masyarakat Indonesia sudah merupakan tradisi yang sudah mendarahdaging sejak lama.

“Kita sebenarnya tidak membutuhkan teori, konsep, atau strategi lain untuk menjaga keutuhan NKRI. Cukup dengan “nguri-uri” kerukunan melalui kegiatan gotong royong di kampung kita akan lebih kuat dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Drs. Susilo Nugroho yang tampil sebagai nara sumber dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Balai Desa Giri Purwo, Giri Mulyo, Kulon Progo pada Jumat malam (24/2/2017).

Den Baguse Ngarso
Den Baguse Ngarso saat tampil dalam Sos 4 Pilar di Kulon Progo

Sosialisasi 4 Pilar yang diselenggarakan anggota MPR RI H. Ambar Tjahyono SE, MM dilaksanakan dalam bentuk pementasan seni budaya. Pementasan Tari Lengger dibawakan Kelompok Lengger Topeng Wedhojati dari Pagerharjo, Sami Galuh, Kulon Progo sedangkan Tari Angguk dibawakan oleh Kelompok Angguk Putri Sinar Bhakti dari Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo.

Hadir pada acara itu Kepala Desa Giri Purwo dan Camat beserta Tripika Kecamatan Giri Mulyo, Kulon Progo. Kegiatan yang mengambil tema “Penegasan Bhineka Tunggal Ika sebagai Perekat Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara untuk Memperkuat Wawasan Nusantara” berlangsung malam hingga dini hari yang dipadati warga setempat.

“Selain untuk hiburan masyarakat, sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini diharapkan juga dapat lebih dipahami masyarakat banyak sehingga memberikan hasil yang efektif dan mengena pada sasaran,” kata Ambar Tjahyono saat memberikan sambutan.

sos 4 pilar kulon progo
Sos 4 pilar Kulonprogo
sos 4 pilar kulon progo
sos 4 pilar kulon progo
sos 4 pilar kulon progo
Tari Angguk dibawakan oleh Kelompok Angguk Putri Sinar Bhakti dari Jatimulyo, Kulon Progo

Menurut politisi dari Partai Demokrat ini, Indonesia adalah negara yang dibangun atas dasar keragaman suku, agama, dan budaya. Keragaman ini bukan saja membuat Indonesia terus tumbuh dan berkembang seperti sekarang namun juga memperkaya khasanah Indonesia dalam memperkuat solidaritas dan nasionalisme kebangsaan kita.

Mengenal beragam budaya yang ada di Indonesia, menurut Ambar, bukan saja penting tapi banyak manfaatnya. Utamanya untuk meningkatkan Wawasan Nusantara, mempererat persatuan, serta mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata dunia. “Sebuah bangsa yang besar dikenal karena penghargaannya yang tinggi terhadap kebudayaannya,” tandas Ambar.

Lebih lanjut Susilo Nugroho mengatakan bahwa kebudayaan Indonesia mengandung banyak simbol yang memiliki makna sangat dalam, terutama makna kerukunan dan gotong royong. Semangat ini bahkan terdapat dalam berbagai adat maupun budaya masyarakat kita. “Meskipun Indonesia beragam sekali adat dan budayanya, namun masalah kerukunan dapat menjadi benang merah untuk lebih memperkuat persatuan bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Susilo Nugroho juga memberikan sejumlah joke dalam Bahasa Jawa yang membuat pengunjung terpingkal-pingkal. Apalagi warga yang datang cukup mengenal pembicara yang dikenal sebagai Den Baguse Ngarso, tokoh dalam tayangan Mbangun Deso di TVRI Yogyakarta ini. Makin malam warga yang datang melihat pementasan ini pun semakin banyak dan berkeremum di sekeliling panggung. (*)

Add Comment