Seminar dan Sosialisasi 4 Pilar di GunungKidul

Pemahaman kalangan pemuda dan pelajar terhadap Pancasila perlu terus digalakkan. Hal ini terutama karena sejumlah jajak pendapat memperlihatkan fakta bahwa generasi masa depan bangsa ini semakin jauh dari kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkualitas.

Demikian kesimpulan dari Seminar Penataan Sistem Perekonomian Nasional Berbasis Demokrasi Pancasila di SMK Negeri 1 Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta. Hadir pada acara itu anggota DPR/MPR RI H. Ambar Tjahyono SE, MM, Abdul Razaq SIP Msi, serta Wakil Kepala SMKN 1 Nglipar Sayogawidada.

Menurut Ambar Tjahyono, pelajar dan angkatan muda merupakan generasi masa depan yang akan memikul tugas dan tanggung jawab bangsa. Karena itu penting sekali bagi mereka agar lebih mengetahui dan memahami tentang 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, serta Bhineka Tunggal Ika.

“Sosialisasi 4 Pilar ini sangat penting dilakukan secara terus menerus guna meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi tak sedikit ancaman maupun tantangan terhadap NKRI yang terus mengganggu,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Karena itulah Ambar Tjahyono sangat mendukung kegiatan yang diinisiatif oleh MPR RI ini.

Tantangan Kehidupan Berbangsa

Sementara itu di tempat yang sama juga diadakan Sosialisasi 4 Pilar yang mengambil tema “Sosialisasi 4 Pilar Sebagai Pondasi Para Pelajar dalam Menghadapi Tantangan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Masa Depan”. Pada kesempatan itu, Abdul Razaq SIP Msi, dosen sebuah PTS di Yogyakarta mengatakan bahwa banyak masyarakat yang kurang memahami tentang Pancasila.

“Tak kurang dari 76 % masyarakat kita tidak hafal Pancasila. Dari jumlah ini, hampir separonya adalah pelajar dan kalangan pemuda usia sekolah,” katanya. Karena itulah tantangan ini hendaknya menjadi kesadaran bersama khususnya di kalangan pelajar karena dikhawatirkan bisa mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengutip sejumlah hasil jajak pendapat, Abdul Razaq mengatakan bahwa penguasaan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan ada kecenderungan para pelajar da pemuda semakin jauh dengan Pancasila sebagai dasar negara.

sosialisasi 4 pilar
Ambar Tjahyono (kiri) pada sosialisasi 4 pilar di SMKN 1 Gunungkidul

Jajak pendapat Kompas pada tahun 2012, katanya, menemukan tak kurang dari 48,4 % masyarakat yang berusia 17 hingga 29 tahun “tidak bisa menyebut Pancasila dengan benar dan lengkap”. Sedangkan masyarakat usia 30 hingga 45 tahun tercatat sebanyak 42,7 % ternyata “salah dalam menyebutkan sila-sila dalam Pancasila”. Sedangkan sisanya sekitar 60,6 % masyarakat berumur 46 tahun ke atas “salah dalam menyebutkan kelima sila dalam Pancasila”.

Rendahnya pengetahuan dan wawasan masyarakat terhadap pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini merupakan tantangan yang harus mendapatkan perhatian serius. “Terlebih bagi kalangan pelajar dan pemuda yang akan mengemban masa depan bangsa,” tandas Razaq.

Selain mendapatkan materi wawasan tentang 4 Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika), peserta juga memperoleh paket buku tentang keempat pilar tersebut. Usai acara itu, tak sedikit pula para pelajar SMK Negeri 1 Nglipar yang meminta berfoto bersama dengan Ambar Tjahyono yang melayaninya dengan telaten. (*)

Add Comment