Reses Mei dengan Turba dan Public Speaking

Masa reses DPR RI pada bulan Mei 2016 kembali diisi Ambar Tjahyono dengan melakukan turba dan bertemu konstituen. Namun ada salah satu kegiatan yang menarik dalam reses kali ini, yaitu diadakannya Public Speaking bersama penyiar senior Lusy Laksita.

Banyak loh anak muda sekarang yang merasa minder dan kurang percaya diri. Apalagi saat harus tampil di depan khalayak,” kata mantan penyiar radio yang saat ini membuka sekolah Public Speaking di Yogyakarta itu. Menurut Lusi, kendala ini seringkali justru menghambat potensi yang dimiliki para pemuda.

Saat berbicara dalam Public Speaking dan Kewirausahaan di Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, belum lama ini, Lusi Laksita tampil pengusaha Frida Musthikasari SE MM. Kegiatan yang dilaksanakan dalam mengisi reses anggota DPR RI H. Ambar Tjahyono SE MM ini diikuti sekitar 60 pemuda dari berbagai Karang Taruna se-Kabupaten Sleman, DIY.

Sedangkan menurut Ambar Tjahyono, aktualisasi diri bagi para pemuda sangatlah penting. Apalagi jumlah angkatan muda kita sangat besar. Hal ini bukan saja akan menghalau sekat-sekat yang membuat mereka merasa minder dan kurang percaya diri, namun juga mampu menggali potensi kreatif mereka. Termasuk potensi dalam bidang enterpreunership.

Suasana saat Public Speaking
Suasana saat Public Speaking

Mengutip data BPS, Ambar menyebut bahwa jumlah pelaku usaha kecil di Indonesia sangatlah besar. Namun sumbangannya terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sangat rendah. Padahal untuk membangun bangsa yang besar dibutuhkan pelaku usaha skala menengah yang kuat. “Karena itu kita perlu terus mendorong tumbuhnya enterpreuner yang tangguh, khususnya dari kalangan muda,” kata anggota dewan dari dapil DIY ini.

Sementara itu dalam rangka kunjungan ke DIY, Ambar juga sempat bertemu dan berdialog dengan warga di sejumlah tempat. Diantaranya bertemu warga Karangsewu, Galur, Kulon Progo dan masyarakat di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Dalam pertemuan dengan warga Kulon Progo, Ambar banyak mendapat masukan tentang keinginan mereka untuk mengembangkan beberapa jenis usaha yang telah mereka jalankan. Diantaranya kerajinan mebel, budidaya jamur tiram dan jamur linchi, budidaya jangkrik, serta pembuatan rambut palsu (wig).

Sedangkan masyarakat Srimulyo, Bantul mengharapkan dukungan dalam pengembangan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Karena itulah mereka mengharapkan adanya pembinaan dan pelatihan di bidang pengembangan wisata maupun makanan olahan lainnya untuk menambah pendapatan keluarga.

UKM Perlu Pendampingan Berkelanjutan

Sedangkan di Bantul Ambar bertemu dengan para peternak ikan di Pajangan Kidul, kelompok usaha tempe di Bangunjiwo, dan kelompok petani dan wanita tani di Krapakan, Caturharjo, Pandak, Bantul.

“Kami dulu pernah mendapat bantuan empon-empon (Rempah-rempah) dari Pak Ambar dan hingga saat ini masih terus dikembangkan oleh warga di Kentolan Kidul,” kata Pardi, seorang warga dalam dialog dengan Ambar yang ditemani sejumlah pengurus Jaringan Ambar Tjahyono (JAT) itu.

pandak
Saat Berdialog dengan warga Krapakan, Caturharjo, Pandak, Bantul

Dalam menjalankan usahanya, warga mengeluhkan aspek pemasarannya yang masih terbatas. Sedangkan potensi lain yang ingin dikembangkan kelompok usaha ini adalah mengembangkan makanan olahan lain berbahan tempe yang dinilai cukup potensial. Karena itulah mereka mengusulkan bantuan peralatan produksi olahan tempe serta pelatihannya.

Sementara itu dalam kunjungan ke Panggul Tengah dan Pacarejo di Semanu Gunung Kidul dan Kalasan Sleman, Ambar juga bertemu dengan pelaku UKM penerima bantuan modal wirausaha pemula dari Kementerian Koperasi dan beberapa kelompok usaha bersama (KUBE).

Pada kesempatan itu Ambar menyatakan bahwa penguatan dan pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus. Selain untuk meningkatkan ketrampilan dan daya tahan usahanya, upaya ini juga untuk meningkatkan efektivitas program pemrintah dalam membangun kelas menengah pengusaha yang kuat.

Saat Bertemu Warga Panggul Tengah, Semanu Gunung Kidul
Saat Bertemu Warga Panggul Tengah, Semanu Gunung Kidul

“Banyak pelaku UKM dan ibu-ibu yang membutuhkan pembinaan ekonomi produktif secara berkelanjutan. Hal ini penting bukan saja untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan usaha mereka namun juga untuk membangun motivasi dan semangat kewirausahaan yang lebih tangguh,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan DIY ini.

Menanggapi permintaan warga, Ambar Tjahyono menyatakan akan meneruskannya kepada instansi pemerintah yang menjadi mitranya di Komisi VI DPR RI. “Namun menjalankan usaha harus dibarengi dengan semangat dan ketrampilan yang memadai agar bantuan pemerintah memberikan hasil dan manfaat yang optimal untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” kata Ambar mengingatkan.

Add Comment