RDP Sistem Pembangunan GBHN di Kulon Progo

Ahli hukum tata negara Dr Syaefudin SH MHum menyatakan bahwa perjalanan bangsa Indonesia hingga memasuki era reformasi saat ini sebenarnya memperlihatkan lompatan besar dalam sistem ketatanegaraan. Apa yang dilakukan saat ini tidak terbayangkan sama sekali saat Orde Baru.

Di era keterbukaan ini seorang warga yang dilanggar hak konstitusinya bahkan bisa mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah,”kata dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu saat berbicara pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan anggota MPR RI H. Ambar Tjahyono SE MM, belum lama ini (14/6).

Kegiatan yang diadakan di Wisma Joglo Wongsoyudho, Dusun Grigak, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo itu diikuti tak kurang dari 130 orang warga setempat. Peserta yang didominasi para orang tua itu terlihat antusias mendengarkan dialog yang mengambil tema “Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan Model GBHN” itu. Usai acara RDP dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

rdp kulon progo

Menurut Syaefudin, upaya mengembalikan fungsi GBHN dalam sistem pembangunan nasional tak ubahnya seperti tarian Poco-Poco. Gerakan tarian ini yang hanya maju ke depan dan mundur ke belakang menggambarkan bahwa wacana kembali ke GBHN itu akan membuat kita diam ditempat.

“Ya, wacana GBHN ini seperti tarian Poco-Poco. Maju mundur, Maju mundur,” kata ahli hukum tata negara ini. Dia juga mengingatkan agar wacana mengembalikan fungsi GBHN harus didasari kepentingan masyarakat luas. MPR pun dapat meningkatkan peran dan tugasnya tanpa harus dengan mengembalikan fungsi GBHN.

GBHN

Sementara itu Ambar Tjahyono menyatakan bahwa kita sangat membutuhkan sistem perencanaan pembangunan sebagai acuan agar pembangunan yang dijalankan sebuah pemerintahan dapat berjalan dengan baik. “Sistem ini harus mampu memenuhi keadilan dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya pada sambutan pembukaan acara.

Anggota MPR dari DI Yogyakarta ini mengharapkan agar kegiatan RDP ini dapat meningkatkan pemahaman masyaraat luas terhadap sistem pembangunan nasional yang kita jalankan. Sebab, katanya, dengan pemahaman yang lebih baik maka dukungan terhadap pembangunan diharapkan juga semakin meningkat.

Add Comment