Ratusan Pelaku UKM DIY Ikuti 5 Hari Pelatihan Usaha

Ratusan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Kali ini Jaringan Ambar Tjahyono (JAT) merangkul Kementerian Perindustrian dalam penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, yaitu dari tanggal 9 hingga 13 November 2015.

Ada 6 jenis usaha yang digeluti para pelaku UKM yang mengikuti kegiatan ini dimana masing-masing kelompok diikuti sekitar 30 orang peserta. Masing-masing adalah pengrajin produk kayu, bambu, konveksi, batik, pertanian, dan makanan olahan. Mereka berasal dari berbagai daerah di DIY, seperti dari Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

Dirjen IKM Saat Membuka Kegiatan Pelatihan
Dirjen IKM Saat Membuka Kegiatan Pelatihan

 

Dirjen IKM Membuka  Pelatihan
Dirjen IKM Membuka Pelatihan

Pelatihan bertajuk “Bimbingan Teknis Wirausaha Baru” ini akan banyak diisi dengan kegiatan praktek langsung. Para peserta juga ditargetkan agar mampu menghasilkan produk unggulan yang marketable sesuai yang dibutuhkan pasar. Sedangkan para instrukturnya adalah para ahli di bidangnya yang didatangkan langsung dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sendiri.

Baca juga menyorot kendala pemberdayaan UMKM.

Mengingat besarnya jumlah peserta dan untuk meningkatkan efektivitas hasil pelatihan, kegiatan itu dilakukan di beberapa lokasi yang berlainan. “Untuk memberikan hasil yang lebih efektif, maka pelatihan dilakukan di tiga tempat berbeda,” kata ketua JAT Yogyakarta, Dwi Henry.

Dirjen IKM menyematkan tanda peserta tanda dimulainya pelatihan
Dirjen IKM menyematkan tanda peserta tanda dimulainya pelatihan

Untuk pelatihan kayu dan bambu dilakukan di Hotel Bintang Fajar di Jalan Perintis Kemerdekaan, pelatihan bidang pertanian dan makanan olahan dipusatkan di Hotel Wisanti Jalan Tamansiswa, serta pelatihan bidang konveksi dan batik dilaksanakan di Hotel POP Jalan AM Sangaji Yogyakarta.

Model Pembinaan Usaha Kecil

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Euis Saidah, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan harapannya untuk tumbuhnya wirausahawan-wirausahawan baru. “Pelatihan dan pembinaan ketrampilan semacam ini terutama untuk membangun jiwa enterpreneurship dan semangat wirausaha yang kuat. Sehingga diharapkan akan bermunculan wirausahawan-wirausahawan baru yang memiliki etos dan kemampuan kreatif yang tinggi,” katanya.

Dikatakan, sistem pembinaan terhadap UKM yang dilakukan Ditjen IKM Kementerian Perindustrian meliputi 2 model. Yang pertama adalah membangun wirausahawan baru melalui peningkatan semangat kewirausahaan dan ketrampilan. Sedangkan model kedua adalah pembinaan dalam bentuk pemberian bantuan peralatan ataupun modal kerja. “Untuk pemberian bantuan dilakukan terutama untuk pelaku IKM yang telah berjalan,” ujarnya.

Bu Dirjen IKM bergambar bersama peserta
Bu Dirjen IKM bergambar bersama peserta

 

Bu Dirjen IKM bergambar bersama peserta pelatihan
Bu Dirjen IKM bergambar bersama peserta pelatihan

 

Pembinaan terhadap pelaku usaha kecil, menurut Dirjen IKM, harus terus dilakukan terutama dari aspek SDM dan manajemennya. Dengan cara demikian, maka pelaku UKM dapat meningkatkan kualitas diri dan produknya.

Sementara itu di sela-sela acara itu hadir pula anggota DPR RI dari Komisi VI, Ambar Tjahyono yang menyampaikan harapannya agar pelatihan yang berlangsung selama 5 hari ini dapat memberikan bekal yang cukup dalam meningkatkan kualitas produk UKM.

“Dengan meningkatnya persaingan akibat masuknya beragam produk asing di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) saat ini, maka mau tidak mau pelaku UKM itu sendiri yang harus meningkatkan kualitas diri dan produknya,” kata anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan DIY ini.

Add Comment