Produk UKM Harus Penuhi Standar MEA

Untuk bisa masuk ke pasar ASEAN di era MEA, para pelaku UKM harus mampu meningkatkan standar, desain dan kualitas produknya agar sesuai dengan ketentuan ASEAN. Utamanya dengan mengikuti ketentuan ISO 26000 untuk green product.

Hal itu dikatakan anggota DPR RI H. Ambar Tjahyono, SE MM pada Temu Wira Usaha Pemula di Hotel Bintang Fajar Yogyakarta, Senin (28/12). Pada pertemuan itu tak kurang dari 30 pelaku UKM memperoleh bantuan permodalan usaha dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pemberian bantuan hibah itu dilakukan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis yang dilakukan Yani Ambar kepada dua orang pelaku UKM.

Temu Wirausaha

Wirausaha Pemula

Temu Wirausaha Pemula

Modal Usaha

Wirausaha Pemula

“Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah dimulai. Ini tantangan sekaligus juga peluang yang sangat besar bagi para UKM agar produk Indonesia juga bisa masuk ke pasar di negara-negara ASEAN dengan mudah. Karena itulah para pelaku UKM harus meningkatkan daya saingnya sebagai industri kreatif dan inovatif,” katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Yani Ambar.

Menurut anggota dewan dari Fraksi Demokrat itu, dalam menghadapi tantangan MEA pemerintah memang terus berupa membantu para pelaku UKM dan IKM untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya. Apalagi Kementerian Koperasi dan UKM sendiri menargetkan peningkatan ekspor UKM tumbuh hingga 20 % pertahunnya.

“Melalui bantuan fasilitas pemerintah inilah pengembangan dan penguatan UKM dari kampung harus terus digalakkan,” katanya. Karena itu dia berharap agar bantuan permodalan itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk terus meningkatkan diri, produktivitas maupun inovasinya.

Dalam diskusi pada pertemuan itu juga tercetus rencana pembentukan jaringan bisnis antar pelaku Wira Usaha Pemula sebagai langkah kongkret pemberdayaan diantara mereka. Para pelaku UKM itu selain akan memprioritaskan untuk menggunakan produk dalam jaringan mereka, juga mengembangkan pemasaran bersama. (*)

Add Comment