Poktan Bantul Study Banding Ke Kulon Progo

Sekitar 15 orang peternak yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) beberapa desa di Pajangan Bantul melakukan study banding ke Kulon Progo, kemarin (8/3/2017). Kunjungan belajar itu dilakukan ke Kelompok Tani Gemah Ripah di Dusun Kanoman, Panjatan Kulonprogo.

Menurut ketua rombongan poktan Bantul, Jerianto, kunjungan itu dilakukan untuk bertukar pikiran tentang cara pengelolaan ternak sapi maupun pemanfaatan kotoran ternak untuk digunakan sebagai pupuk organik. “Biar kami lebih mengerti cara perawatan dan mengelola peternakan sapi yang efisien, terutama pemanfaatan kotorannya untuk pupuk,” katanya.

studi banding poktan bantul

Kelompok Tani Gemah Ripah dipilih karena kelompok ini termasuk yang berhasil dalam mengelola ternak sapi sekaligus mengolah kotorannya untuk dijadikan pupuk organik. Bahkan poktan ini pernah meraih penghargaan sebagai poktan terbaik tingkat nasional.

studi banding poktan bantul

Sementara itu Ketua Poktan Gemah Ripah, Jemiyo menuturkan bahwa keberhasilan kelompoknya dalam usaha ternak sapi karena semua anggota dilibatkan dalam pengelolaan peternakan bersama. Cara ini dilakukan dimana masing-masing anggota bisa memelihara ternaknya di kandang bersama dan mengelola kotorannya. Cara ini membuat kandang selalu bersih dan kotorannya langsung diolah untuk dijadikan pupuk organik.

“Ternyata kebutuhan petani terhadap pupuk organik sangat besar. Kami selalu kekurangan memenuhi kebutuhan mereka,” kata Jemiyo. Penghasilan dari pupuk organik inipun bisa menambah penghasilan anggota selain dari ternaknya.

studi banding poktan bantul

Dikatakan, keberhasilan kelompoknya berawal dari bantuan UPPO yang pernah diterimanya pada tahun 2014. Saat itu kelompok ini menerima bantuan dana sebesar Rp 200 juta dari Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui anggota DPR RI H. Ambar Tjahyono. Dana ini digunakan untuk membeli 10 ekor sapi indukan dan membangun kandang bersama. Kini kandangnya telah diperluas dan jumlah ternaknya bertambah menjadi 16 ekor dan beberapa ekor lagi yang telah dijual.

Add Comment