Pelaku UKM Harus Trampil agar Sukses

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) DIY, H. Ambar Tjahyono, SE MM memanfaatkan masa reses bulan November 2016 ini dengan turba (turun ke bawah) bertemu para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan sejumlah kelompok usaha bersama (KUB) di DIY, dan menyelenggarakan pelatihan Public Speaking.

Untuk Pelatihan Public Speaking dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Sleman dan di Wonosari, Minggu (6/11/2016). Di Wonosari, pelatihan diikuti para pelaku UKM se-Gunung Kidul, sedangkan di Sleman pelatihan diikuti para kader dan pengurus partai Demokrat se-Kabupaten Sleman. Pelatihan menghadirkan Lusi Laksita, penyiar dan MC kondang dari Yogyakarta.

Pelatihan Public Speaking
Pelatihan Public Speaking di Wonosari

 

Pelatihan Public Speaking
Pelatihan Public Speaking di Sleman

 

reses
Kunjungan ke Program PKBL di Gunung Kidul

“Dengan penguasaan ketrampilan yang makin baik, maka usaha yang dikelolanya juga dapat dikembangkan lebih baik lagi,” kata Ambar di depan puluhan peserta Pelatihan Public Speaking di sebuah rumah makan di Wonosari.

Dikatakan, untuk menjalankan, mengembangkan, ataupun membangun bisnis yang berhasil tidaklah cukup hanya dengan berbekal semangat saja. Kemampuan dan ketrampilan teknis usaha juga sangatlah penting dan pelatihan ketrampilan usaha perlu dijalankan berkelanjutan agar usaha yang dijalankan menjadi kuat dan berkembang.

Pada kesempatan itu anggota dewan dari komisi 6 ini mengharapkan agar pelaku usaha selalu meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya. Baik ketrampilan dalam bidang produksi, manajemen usaha, maupun kemampuan lain yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya.

Sementara itu Lusi Laksita menyatakan bahwa public speaking tidak hanya berguna untuk berorasi atau berbicara di depan banyak orang. Public speaking juga mencakup banyak ketrampilan lainnya, seperti pembawa acara (MC), penyiar radio atau TV, memimpin rapat, dan sebagainya. Termasuk dalam bernegosiasi bisnis.

“Public speaker adalah leader atau pemimpn yang harus mampu mengendalikan suatu kegiatan atau situasi. Tak peduli pejabat atau orang terkenal yang ada di depan kita, kitalah yang mengendalikan acara atau kegiatan itu,” kata Managing Director Lusi Laksita School of Public Speaking ini.

Add Comment