Lagi, 180 UKM/IKM DIY Ikuti Bimtek Wirausaha Baru

Sebanyak 180 pelaku usaha dan industri kecil menengah (UKM/IKM) dari seluruh wilayah di DIY mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru yang diadakan Kementerian Perindustrian.

Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari dari Jumat (4/12) hingga 8 Desember 2015 itu mencakup pelatihan bidang yang cukup beragam, yaitu pelatihan pembuatan pakan ternak, pembuatan pakan ikan, pengolahan limbah rumah tangga, pelatihan kerajinan kayu, serta pelatihan makanan olahan berbahan umbi dan buah-buahan.

“Banyak sekali bahan baku produk yang disediakan alam di sekitar kita. Jika pelaku IKM mampu membuat sendiri bahan baku untuk produknya, maka mereka tidak akan lagi tergantung dari produk pabrikan,” kata Ir. Junaedi MM, Kepala Sub Direktorat Industri Pangan, Kimia, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian saat membuka pelatihan di Hotel Bintang Fajar Yogyakarta, Jumat (4/12).

Bimtek Wirausaha Baru

 

Bimtek Wirausaha Baru

Para pelaku UKM/IKM diminta untuk mandiri dan tidak tergantung produk yang dihasilkan pabrik. Ketergantungan para pelaku usaha kecil terhadap bahan produksi usahanya dari pabrikan perlu segera dihentikan dengan memproduksi sendiri bahan yang diperlukan untuk usahanya.

Banyaknya bahan baku untuk usaha yang ada di sekitar kita, menurut Junaedi, perlu dimanfaatkan secara optimal. Kemampuan mengolah bahan baku ini bukan saja akan membuat keuntungan pelaku UKM/IKM akan meningkat namun juga dapat meningkatkan daya saing produk dan hasil usahanya. “Terlebih menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata, maka keunggulan produk UKM/IKM harus diutamakan,” tambahnya.

Bimtek Wirausaha Baru

 

Bimtek Wirausaha Baru

 

Bimtek Wirausaha Baru

 

Sementara itu anggota DPR RI dari Komisi VI Ambar Tjahyono mengharapkan makin tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru yang datang dari kampung dan desa. Para wirausahawan baru ini diharapkan juga lebih tangguh dan lebih kreatif dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Para peserta pelatihan yang sebagian besar dari berasal kampung dan polosok desa di DIY ini diharapkan dapat menjadi pemicu tumbuhnya wirausahawan baru yang tangguh,” katanya seperti disampaikan Dwi Henry, Ketua Jaringan Ambar Tjahyono (JAT). (*)

Add Comment