Kreasi Produk Lokal Bisa Jadi Unggulan Daerah

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, produk lokal justru memiliki potensi yang semakin prospektif. Namun agar potensi lokal memiliki harga jual yang tinggi, maka kreativitas dan inovasi dalam pembuatan produknya maupun kemasan yang kemarin sangat menentukan. Karena itu penting sekali membuat produk berbahan lokal namun dengan produk yang lebih variatif dan kemasan yang lebih menjual.

Demikian rangkuman dialog dan jaring aspirasi masyarakat yang dilakukan anggota DPR RI, H Ambar Tjahyono, SE MM saat melakukan kunjungan kerja ke Kulon Progo pada 17 Februari 2017. Dalam kunjungan itu Ambar diantaranya mengadakan penyuluhan untuk kelompok tani se-Kabupaten Kulon Progo, bertemu dan berdialog dengan warga Dusun Tangkisan, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo, serta memberikan pengobatan gratis dan makanan gizi tambahan untuk lansia dan balita di Desa Srigading, Sanden, Bantul.

produk unggulan daerah
Berdialog dengan Warga Kokap KP

Saat bertemu warga Hargomulyo, Ambar mendapat banyak keluhan akibat terpencilnya wilayah tersebut. Diantaranya sulitnya melakukan komunikasi ponsel akibat tidak adanya sinyal dari operator seluler. Kondisi ini menyebabkan warga tidak mampu melakukan komunikasi via ponsel maupun memasarkan produk lokal yang ada. Selain pusatnya produksi gula aren, banyak juga warga yang menghasilkan kayu hutan serta membuat produk berbahan kayu.

Begitu juga saat bertemu kelompok petani dalam penyuluhan dan bimbingan teknis tentang potensi pupuk organik, Ambar mengajak para petani agar lebih kreatif dalam mengolah limbah pertanian dan ternaknya. “Daripada dibuang kan lebih baik dimanfaatkan untuk pupuk organik,” ujar anggota dewan dari dapil DIY ini.

Sedangkan dosen Fakultas Pertanian UPN Yogyakarta, Ir. Didik Saidi, yang tampil sebagai pembicara mengatakan bahwa tingginya harga pupuk kimia maupumn rendahnya harga jual produk pertanian karena lemahnya posisi tawar para petani itu sendiri. Dan ini terutama disebabkan kurang kreatifnya para petani dalam memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian sebagai potensi lokal yang sebenarnya banyak manfaatnya.

“Para petani terlalu tergantung pada pupuk kimia sehingga mereka gampang dipermainan pabrik. Ini juga yang menyebabkan pupuk menjadi langka,” katanya dihadapan sekitar 50 petani dari berbagai kelompok tani di Kabupaten Kulon Progo yang mengikuti bimbingan teknis tersebut.

pupuk organik
Para Petani dan Peternak KUlon Progo Berfoto Bersama Usai Penyuluhan Pupuk di Joglo Wongsoyudho

Karena itulah ahli ahli agroteknologi ini menawarkan solusi agar petani lebih kreatif dengan memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini dibuang untuk dijadikan pupuk organik. Selain bahan bakunya berlimpah dan hanya dibuang yang bisa menyebabkan polusi lingkungan, proses pembuatan pupuk organik sebenarnya sangat mudah.

Add Comment