Kementerian Koperasi dan UKM Sumbang TPKU untuk SMK Muh Bangunjiwo

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan bantuan sumbangan alat praktek kepada SMK Muhammadiyah Bangunjiwo Bantul. Bantuan senilai Rp 100 juta itu diwujudkan dalam bentuk Tempat Praktek Ketrampilan Usaha (TPKU) Bengkel Sepeda Motor yang peresmiannya dilakukan Plt Kepala Dinas Perindustrian Provinsi DIY Drs Sulthoni Nur Rifai MM, Jumat lalu (8 Januari 2016).

Turut hadir pada kegiatan yang diadakan di kampus sekolah itu di Peleman, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul antara lain Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Informal Kabupaten Bantul, Masharun MM, Mursupriyani Ambar mewakili H. Ambar Tjahyono, anggota Komisi VI DPR RI, beberapa anggota DPRD Bantul, Camat Kasihan, Kepala Desa Bangunjiwo, Kepala SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Panjang Triono MSc, segenap guru, serta beberapa pengurus Muhammadiyah Bantul.

Menurut Sulthoni, program TPKU merupakan inisiatif dari Kementerian Koperasi dan UKM terutama untuk memberikan solusi dalam mengatasi problem tentang masih rendahnya kualitas manusia Indonesia. “Dengan program ini, lulusan sekolah kejuruan diharapkan memiliki ketrampilan dan jiwa kewirausahaan yang lebih baik ataupun siap memasuki dunia kerja,” katanya.

Kementerian Koperasi dan UKM Sumbang TPKU
Bergambar Bersama dari kiri : Panjang Triono, Sulthoni (3 dari kiri), Masharun (4 dari kiri) dan Hj Mursupriyani Ambar (lima dari kiri).

 

TPKU SMK Muh Bangunjiwo
Pembukaan Selubung Papan Nama TPKU oleh Sulthoni

 

Kepala SMK Muhammadiyah Bangunjiwo, Panjang Triono MSc mengungkapkan bahwa bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM itu tak akan terwujud tanpa fasilitasi dari Ambar Tjahyono selaku anggota Komisi VI DPR RI. Selain untuk tempat praktek siswa, TPKU ini nantinya juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum yang membutuhkan dalam meningkatkan kemampuan usahanya.

Sedanghkan anggota DPR RI Ambar Tjahyono mengatakan bahwa bantuan alat praktek ini terutama dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik. Utamanya lagi para lulusan sekolah kejuruan agar lebih siap dalam memasuki dunia kerja dan menghadapi tantangan usaha yang semakin tidak ringan.

“Dengan bantuan ini diharapkan para siswa dapat melatih diri agar lebih terampil. Ke depan, bantuan alat praktek semacam ini dapat dimanfaatkan bukan saja oleh para siswa namun juga oleh masyarakat umum maupun kalangan pelaku UKM yang membutuhkan,” katanya seperti disampaikan Mursupriyani Ambar.

Dikatakan, dukungan SDM Indonesia yang berkualitas saat ini masih sangat terbatas. Mengutip dari data BPS tahun 1998, Ambar melihat bahwa sebagian besar atau 97,4 % usaha kecil di Indonesia hanya berpendidikan di jenjang SLP ke bawah. Rendahnya pendidikan ini tentunya berkorelasi dengan kualitas SDM yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha, khususnya UKM di masa depan.

TPKU SMK Muh Bangunjiwo
Menyaksikan Ruangan TPKU SMK Muh Bangunjiwo

 

SMK Muh Bangunjiwo
Ruangan TPKU SMK Muh Bangunjiwo

 

SMK Muhammadiyah Bangunjiwo bantul
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sulthoni bersalaman dengan kepala SMK Muhammadiyah Bangunjiwo Bantul Panjang Triyono

 

SMK Muhammadiyah Bangunjiwo Bantul
SMK Muhammadiyah Bangunjiwo Bantul

Saat ini jumlah pelaku UKM di Indonesia telah meningkat menjadi 57,9 juta dimana sebagian besar angkatan kerja di Indonesia bekerja di sektor UKM tersebut yang mencapai lebih dari 90 persen. Untuk itulah melalui program TPKU ini problem soal kualitas tenaga kerja lulusan SMK dapat menemukan solusinya.

Peresmian TPKU SMK Muhammadiyah Bangunjiwo Bantul ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Sulthoni. Usai acara peresmian, para undangan diajak berkeliling untuk melihat ruangan praktek TPKU. (*)

Add Comment