JAT dan IWAPI DIY adakan Pelatihan Makanan Mocaf

Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) Provinsi DIY bekerja sama dengan Jaringan Ambar Tjahyono (JAT) menyelenggarakan Pelatihan Makanan Olahan Berbasis Mocaf di sbeuah rumah makan di Wonosari, Gunung Kidul. Sekitar 60 peserta yang terdiri dari para pelaku usaha kecil dari seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti pelatihan itu.

“Mocaf dapat menjadi nilai tambah atau advantage competitive dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, khususnya setelah dibukanya pasar bebas ASEAN atau MEA. Pengembangan bahan baku lokal semacam ini perlu terus digalakkan untuk produk-produk lainnya agar memberikan nilai tambah dan memberikan manfaat terutama untuk para pelaku usaha kecil,” kata anggota DPR RI H. Ambar Tjahyono saat memberikan sambutan pada acara itu.

Pelatihan Makanan Mocaf
Ketua JAT Dwi Henri (paling kiri) dan pengurus DPD IWAPI DIY saat Pembukaan Pelatihan

Pelatihan itu sendiri menghadirkan pembicara dari kelompok Putri 21 yang dikenal unggul dalam pengembangan makanan olahan berbahan mocaf. Ada sekitar 6 resep yang dilatihkan pada kegiatan itu, antara lain cara pembuatan brownies mocaf, egg roll mocaf, keripik mocaf, serta pembuatan abon dan keripik dari bonggol pisang.

Bca juga bimtek wirausaha baru dinilai sangat bermanfaat.

Mokaf merupakan tepung yang dibuat dari singkong yang belum banyak disentuh. Tepung mokaf berbeda dengan cassava dan tepung non terigu ini bahkan digadang-gadang dapat menjadi alternatif pengganti tepung terigu yang begitu dominan saat ini. Apalagi mokaf telah teruji sebagai tepung yang layak dimanfaatkan untuk pembuatan aneka kue dan makanan olahan dengan tekstur dan cita rasa yang tak kalah dengan tepung terigu.

Dikatakan Ambar Tjahyono, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan berbagai jenis tanaman pangan. Tepung mocaf merupakan tepung yang dibuat dari tanaman ketela pohon yang mudah tumbuh dan begitu melimpah di Indonesia. Terlebih tepung ini telah diujicoba dan sangat layak dijadikan bahan baku untuk berbagai produk maknaan olahan.

Pelatihan Mocaf
Bu Suti dari Putri 21 saat Memberikan pelatihan Mocaf

“Meskipun tantangan yang kita hadapi di era MEA ini tidaklah ringan, namun pasar bebas ini juga merupakan peluang yang sudah seharusnya dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua JAT Dwi Henry Setiawan.

Sementara itu Bupati Badingah di sela-sela acara mengatakan bahwa Gunung Kidul memiliki banyak potensi bahan baku makanan olahan yang cukup melimpah. Namun dia menunjuk faktor pemasaran menjadi bagian penting untuk memberdayakan UKM. “Pemasaran di berbagai obyek wisata merupakan cara paling mudah membantu memasarkan produk usaha kecil,” katanya. (*)

Add Comment