Dari Pelatihan Wirausaha Lahirlah Aneka Produk Kreatif

Mengikuti pelatihan Bimbingan Teknis Kewirausahaan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian bersama Jaringan Ambar Tjahyono (JAT) selama 5 hari di Yogyakarta sangat menyenangkan. Pelatihan yang diadakan dari tanggal 9 hingga 13 November 2015 tersebut banyak diisi dengan kegiatan praktek sesuai bidangnya masing-masing.

Seperti telah ditulis dalam postingan sebelumnya tentang Ratusan Pelaku Ukm Diy Ikuti 5 Hari Pelatihan Usaha, pelatihan itu diikuti sekitar 180 pelaku UKM dan IKM dari seluruh daerah di DIY. Mereka datang dari Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Mereka pun bergerak di 6 bidang usaha yang berlainan, yaitu kerajinan bambu, mebel (kayu), konveksi, batik, makanan olahan, dan pengolahan hasil pertanian.

Mulai hari kedua hingga hari keempat, para peserta pelatihan langsung praktek dengan membuat produk-produk alternative sesuai kebutuhan pasar. Peserta bambu membuat produk-produk interior, seperti lampu, tempat sampah, ataupun tempat pakaian kotor. Sedangkan kelompok mebel membuat kursi dan furniture dengan desain yang menarik.

Pelatihan Wirausaha Bambu
Pelatihan Wirausaha Bambu

 

Pelatihan Wirausaha Bambu
Pelatihan Wirausaha Bambu

 

Begitu juga dengan kelompok konveksi yang praktek membuat pakaian sesuai desain yang trendy dan disukai pasar. Bahkan dengan kain yang diberikan panitia, masing-masing peserta yang dipusatkan di Hotel POP Yogyakarta ini harus membuat karya sendiri busana mereka. Dari mulai membuat pola hingga proses jahitnya. Sedangkan untuk peserta dari kelompok Batik praktek membatik manual dengan menggunakan canting dan malam.

Pelatihan Wirausaha Batik
Pelatihan Wirausaha Batik

 

Pelatihan Wirausaha Konveksi
Pelatihan Wirausaha Konveksi

 

Yang paling meriah tampaknya terlihat pada kelompok makanan olahan dan pengolahan hasil pertanian. Dua kelompok yang pelatihannya dipusatkan di Hotel Wisanti Jalan Tamansiswa Yogyakarta ini praktek membuat aneka kue dan makanan olahan. Mencicipi rasa kue yang dibuat tentunya merupakan aktivitas wajib yang mereka lakukan.

“Wah rasa kue nastar ini enak sekali, tidak kalah dengan yang dibuat dengan tepung biasa,” kata seorang peserta kelompok Mokaf. Kelompok ini memang membuat aneka kue modern dengan bahan mokaf atau non terigu. Terobosan ini diharapkan dapat menghapus ketergantungan produksi kue dengan tepung-tepung terigu.

Pelatihan Wirausaha Olahan Ikan
Pelatihan Wirausaha Olahan Ikan

 

Pelatihan Wirausaha Mokaf
Pelatihan Wirausaha Mokaf

Dengan bimbingan yang diberikan para instruktur dan kreativitas peserta sendiri tak sedikit hasil kreasi yang cukup membanggakan selama berlangsungnya pelatihan. Selain desain, bentuk, atau rasa yang berkualitas, bahan-bahan yang digunakan selama pelatihan juga dari bahan alternative yang berbeda dengan yang selama ini ada di pasaran. Karena itulah dari pelatihan wira usaha ini akan lahir makin banyak wirausahawan baru yang lebih kreatif, lebih berkualitas, dan lebih tangguh. (*)

Add Comment