Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, 266 Pelajar DIY Terima Beasiswa PIP

Jumlah anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah di Indonesia ternyata masih tinggi. Setiap tahunnya masih ada sekitar 2,5 juta anak yang putus sekolah setiap tahunnya. Ironisnya, 76 persen penyebab putus sekolah adalah karena faktor ekonomi.

“Anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu memiliki kemungkinan putus sekolah empat kali lebih besar dibandingkan anak-anak yang berasal dari keluarga berkecukupan. Realitas ini cukup memprihatinkan dan harus ditekan serendah mungkin,” kata anggota DPR RI, H. Ambar Tjahyono, SE MM saat menyerahkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di gedung DPRD Kabupaten Gunung Kidul, Minggu (11/12).

Para siswa DIY penerima beasiswa PIP
Para siswa penerima beasiswa PIP bergambar bersama

Tak kurang dari 266 pelajar se-DIY menerima bantuan beasiswa PIP melalui fasilitasi Ambar sebagai anggota dewan dari dapil DIY. Khusus untuk 158 pelajar Gunung Kidul terdiri dari siswa SMA sebanyak 31 siswa dan SMK 127 siswa.

Sedangkan untuk pelajar dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta penyerahannya telah dilakukan sebelumnya di Hotel Bintang Fajar Yogyakarta. Mereka terdiri dari SD sebanyak 25 siswa, SMP 10 orang, SMA 27 siswa, dan SMK 28 siswa.

Sedangkan besaran beasiswa masing-maisng adalah SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 375 ribu hingga Rp 750 ribu, SMA dan SMK Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. “Beasiswa PIP ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam menyekolahkan anaknya sekaligus menekan angka putus sekolah,” tambah Ambar.

siswa SMK GK penerima beasiswa PIP
Siswa SMK GK Menerima Beasiswa PIP Secara Simbolis

Mengutip data dari UNICEF tahun 2015, anak usia SD yang terpaksa berhenti sekolah mencapai angka 600 ribu anak. Sedangkan untuk anak usia Sekolah Menengah (SMP/SMA) mencapai 1,9 juta anak.

Ambar Tjahyono mengharapkan agar beasiswa yang diterima tersebut dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan sekolah sesuai peruntukannya. Beasiswa Program Indonesia Pintar merupakan kerja sama tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag) utamanya untuk membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah, uang saku, biaya transportasi, ataupun biaya praktik tambahan. (*)

Add Comment